Peringati Hardiknas, Aliansi BEM Surabaya Soroti 4 Hal

Surabaya, NOLAR.id – Dalam momentum Hardiknas (Hari Pendidikan Nasional), ABS (Aliansi BEM Surabaya) turut serta memperhatikan persoalan-persoalan yang ada di dunia Pendidikan di Indonesia.

Dalam refleksi Hardiknas, ABS menyampaikan pernyataan sikap yang ditujukan kepada Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan), Dinas Pendidikan dan Stakeholders penanggung jawab pendidikan lainnya.

Pernyataan sikap tersbeut tertuan sebagai berikut :

1. Melaksanakan evaluasi implementasi kebijakan bantuan pendidikan sesuai permendikbud No. 25 Tahun 2020 agar lebih maksimal dalam memenuhi penyesuaian biaya kuliah dilingkungan perguruan tinggi.

2. Menuntaskan kasus Pelecehan seksual dilingkungan pendidikan dengan membentuk regulasi yang kuat agar dapat memberikan perlindungan hukum terhadap korban.

3. Menjamin jalannya kebebasan demokrasi dilingkungan kampus, serta mengusut segala bentuk penyelewengan-penyelewengan kebijakan kampus yang merugikan aktifitas aktivisme mahasiswa yang kritis yang sesuai dengan UU dan HAM.

4. Mendorong Pemerintah Daerah dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dinas Pendidikan kota Surabaya, LLDIKTI Wilayah VII, untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan serta menyelesaikan permasalahan disparitas pendidikan di Kota Surabaya.

Dari 4 point yang di sampaikan pada pernyataan sikap tersebut, Agung Wirya Saputra sebagai kordinator umum Aliansi BEM Surabaya (ABS) mengatakan bahwa ada ketidaksinkronan anatara perundang-undangan dengan implementasi lapangan sehingga jika berkaitan dengan keringanan UKT-SPP masih banyak kampus yang belum melaksanakan himbauan LLDIKTI dan belum sanggup memenuhi amanat Permendikbud No. 25 Tahun 2021 tentang penyesuaian biaya pendidikan.

“Jika terus seperti ini dalam kondisi pandemi yang masih mengancam perekonomian, besar kemungkinan resiko terjadinya putus sekolah dan atau kuliah, sehingga perlulah dilakukannya evaluasi kembali serta tindakan konkrit bagaimana agar konsep penyesuaian pembiaayaan tersebut dapat di implementasikan dengan maksimal,” ujarnya, Minggu (02/05/2021).

Selain itu berkaitan dengan peningkatan mutu pendidikan wilayah Jawa Timur, Agung juga menyampaikan bahwa pada 2020 IPM Jatim berada pada rangking ke-15 secara nasional dengan nilai 71,50. Meskipun Pemprof Jatim, Khofifah Indar Parawansa melalui program Jatim Cerdas berupaya menggolontorkan Rp. 11,8 triliun untuk sektor pendidikan dalam Rancangan APBD 2021.

“Hal yang juga perlu untuk dimaksimalkan adalah inplementasi teknis dari kebijakan tersebut, bagaimana jaminan pelaksanaannya dapat benar-benar sesuai target serta dalam perspektif kebudayaan perlu dilakukan pencermatan mendalam secara filosofis ke arah mana pendidikan kita ditujukan? sehingga dapat menjadi nilai revolusi pendidikan Indonesia yang bisa saja dimulai dari Jawa Timur,” pungkasnya.

Selanjutnya Ahmad Nailul Firdaus selaku kordinator kajian isu juga menyampaikan bahwa permasalahan demokrasi kampus juga merupakan satu hal yang perlu ditindak lanjuti berdasarkan kajian yang telah disiapkan, terbukti bahwa ancaman drop out masih merupakan momok yang sangat menakutkan bagi aktivis mahasiswa sehingga disitulah pemerintah seharusnya memiliki peran dalam menjamin kebebasan berpendapat atau demokrasi kampus yang sesuai dengan Pasal 28E UUD 1945 dan Hak asasi manusia.

Selanjutnya, berkaitan dengan pelecehan seksual dilingkungan pendidikan, Trio Dimas Pebrianto Wapresma BEM Untag Surabaya menyampaikan data bahwa berdasarkan data KPAI, kekerasan seksual di lingkungan pendidikan berjumlah 17 kasus dengan korban mencapai 89 anak, terdiri atas 55 perempuan dan 34 laki-laki.

“Pelaku kekerasan seksual, mayoritas guru, yakni 88 persen dan kepala sekolah 22 persen. Pelaku dari kalangan guru, terdiri atas enam guru olahraga atau 40 persen, empat guru kelas atau 26,66 persen, dua guru agama atau 13,33 persen, dan masing-masing satu guru kesenian, komputer, dan IPS atau 6,66 persen. Dari 17 kasus kekerasan seksual di sekolah tersebut, 11 kasus atau 64,70 persen terjadi di jenjang SD, empat kasus atau 23,53 persen jenjang SMP/sederajat, dan dua kasus atau 11,77 persen jenjang SMA,” paparnya.

Sehingga mencermati hal tersebut, menurut Trio sudah sepatutnya permasalahan pelecehan seksual dilingkungan pendidikan menjadi salah satu fokus pemerintah agar tidak menimbulkan kondisi traumatis dan ketakutan para pelajar dan juga mahasiswa, selain perlunya mendorong pengesahan RUU PKS secepatnya sebagai solusi juga perlu menerapkan aturan khusus dilingkungan pendidikan melalui permendikbud yang bisa sangat cepat untuk digarap menimbang berdasarkan fakta-fakta tersebut pelecehan seksual dilingkungan pendidikan sangat mengerikan.

Pewarta : Muhammad Riski
Foto : Muhammad Riski

Ads
Share on email
Email
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Peringati HARDIKNAS , BEM Nusantara dan IMAKIPSI Minta Nadiem Mundur

Jakarta, NOLAR.ID – Pada Minggu (02/05/2021) BEM Nusantara  & IMAKIPSI (Ikatan Mahasiswa Keguruan Seluruh Indonesia) melaksanakan refleksi hari pendidikan nasional di depan Gedung Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Hafidz Korda (Koordinator Daerah) DKI IMAKIPSI mengatakan, Hardiknas harus menjadi sebuah momentum titik balik peningkatan bidang pendidikan. Sudah menjadi kewajiban negara meningkatkan kesejahteraan hidup tenaga pendidik utamanya

Ingin Bangun Demokrasi Lebih Baik, PMT Jatim dan Bawaslu Lakukan MOU

Tulungagung, NOLAR.id – PMT Jatim (Paguyuban Mahasiswa Tulungaung Jawa Timur) bekerjasama dengan Bawaslu Tulungagung dalam penandatanganan MOU sebagai wadah dan mitra pengembangan pengawasan parsitipatif Pemilu, Kamis (29/04/2021). Acara tersebut digelar di Kantor Bawaslu Tulungagung yang berkedudukan di Jalan I Gusti Ngurah Rai Nomor 65 Tulungagung dengan tujuan selain penandatangan MOU juga sebagai ajang silaturahmi atau

Aliansi BEM Mojokerto Tolak Kedatangan Pimpinan Junta Militer Myanmar

Mojokerto, NOLAR.id – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Mojokerto raya akhirnya mengeluarkan pernyataan sikap terkait rencana kedatangan pimpinan junta militer Myanmar untuk menghadiri KTT ASEAN yang rencananya akan digelar di Jakarta, 24 April Mendatang. Menyikapi hal tersebut Aliansi BEM Mojokerto menegaskan bahwa kita sebagai negara demokrasi harusnya bisa memilih dengan tepat tindak lanjut untuk permasalahan

BEM Nusantara Kecam Tindak Rasis di Gereja Katedral Makassar

Jakarta, NOLAR.id – Koordinator Pusat BEM Nusantara Eko Pratama menyayangkan kejadian bom bunuh diri yang dilakukan di Gereja Katedral Makassar dan mengecam tindakan rasisme tersebut. “Tidak ada tindak kekerasan yang benarkan atas nama apapun,” ujar Eko Pratama. Baca Juga : Ledakan di Gereja Katedral Makassar, Berikut Dugaan Pelaku dan Kronologi Menurut Polri Disisi lain sekretaris

BEM Nusantara Geram Akibat Pemerintah Impor Garam

Surabaya, NOLAR.id – Rencana impor garam sebesar 3 juta ton oleh pemerintah telah meresahkan banyak lapisan masyarakat. Khususnya mahasiswa yang merupakan agen perubahan masyarakat dan pengontrol kebijakan pemerintah setempat. Baca Juga : Berlangsung di UWKS, Temu Nasional BEM Nusantara Dihadiri Wagub Jatim Dalam hal ini Koordinator Pusat BEM Nusantara Eko Pratama mengatakan bahwa pihaknya menyayangkan

Tragedi Selat Bali, KMP Yunice Tenggelam

Jembrana, nolarindo.com – Berita duka datang dari Selat Bali tepatnya di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana pada Senin (29/06/2021) malam. Musibah pelayaran terjadi

Scroll to Top